Senandung Embun

Tik tik gerimis
ada yang bersenandung di tengah rinai
di balik batu – batu kali
ada yang menari
di antara senandung hati

Angin masih berirama
di sela daun – daun kelapa
menyusup penat jiwa
jiwa yang ingin tertawa

Di jendela nako tua
tetes – tetes embun jatuh perlahan
tetap berirama
senada gerimis di luar sana

Kabut merimba di senja
menggores tentram langit jingga
burung camar enggan berirama
ada kabut di langit sana

Sekelebat bayang wajah di antara embun
menggugah jiwa yang melayang dalam lamunan
bukan, bukan wajahnya yang aku ingin
dengan diam coba kuhapus
sakit sesak di dada
tetap tak kuingin

embun, lukis wajahnya
wajahnya yang ada di hatiku
bukan dia, bukan kabut

*Dipta Tanaya*
15 September 2010

Iklan

Satu pemikiran pada “Senandung Embun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s