Setahun Terakhir

Hai, hampir setahun tidak menulis di sini. Bisa dibilang, hibernasi. Banyak hal yang terjadi selama kurang lebih setahun ini. Sebenarnya tidak 100% hibernasi dari menulis sih. Aku masih tetap menulis di media lain, yaitu Instagram untuk caption foto.

Setahun ini aku banyak belajar. September 2015 lalu aku mulai memasuki dunia baru sebagai mahasiswa Magister Ilmu Komputer UI, dan sekarang sudah memasuki semester 3 yang insya Allah semester terakhir (doakan yaa). Banyak hal yang berbeda dengan ketika menjadi mahasiswa sarjana. Kami pastinya dituntut lebih dewasa dan mandiri. Lebih peka terhadap keadaan sekitar. Lebih bisa me-manage ­diri kami. Lebih banyak membaca. Lebih banyak bertanya. Lebih banyak mencaritahu sendiri. Kami belajar bahwa kami harus mengalahkan diri kami sendiri, karena menurutku, di masa studi kali ini suasananya lebih “lo lo gue gue”. Tidak ada lagi suasana mengerjakan tugas bersama seperti saat masa kuliah sarjana dulu, saling mengingatkan, dan lain-lain. Ditambah lagi kuliah-kuliah yang aku ambil tidak memiliki irisan yang banyak dengan teman-temanku. Semakin sedikit waktu untuk bertemu. Well, that’s life. Semua akan mengajarkan kita berbagai hal.

Selama aku kuliah, aku juga menjadi part-time teaching assistant di Fasilkom. Sejak September 2015 sampai sekarang, aku ditugaskan untuk menjadi Koordinator Kakak Asuh. Sebuah program yang dirintis oleh Fasilkom untuk membantu mahasiswa-mahasiswa yang kesulitan belajar. Jalan ini membuatku semakin bersyukur terhadap apa yang Allah anugerahkan kepadaku. Keluarga, teman, lingkungan, kesempatan belajar, dan masih banyak lagi yang tidak terhitung. Allah Maha Baik :”)

Setahun terakhir aku juga mendapat kesempatan mengenal lebih seorang Helvy Tiana Rosa dan film Ketika Mas Gagah Pergi the Movie. Menemukan keluarga Helviers, yang selalu mendukung karya-karya Bunda Helvy. Mendapat kesempatan untuk membantu kegiatan nonton bareng film tersebut beberapa kali. Mendapat kesempatan berharga bertemu dengan para pemain KMGP the Movie yang sangat inspiratif, terutama sang pemeran utama, Hamas Syahid yang istiqomah dengan hafalan Qur’an-nya. Oh ya, sebentar lagi akan tayang Duka Sedalam Cinta (dukasedalamcinta.com) yang juga merupakan karya Bunda Helvy, lho! Nantikan di bioskop kesayanganmu, ya J

Pelajaran berharga selanjutnya aku dapatkan di Yayasan Karantina Tahfizh Al-Qur’an Nasional. Bulan Juli lalu, setelah akhirnya menyelesaikan proposal tesis, aku “berlibur” di rumah tahfizh tersebut selama 35 hari. Mahasuci Allah yang mengantarkan langkah kakiku ke rumah itu, yang sebelumnya sama sekali tidak terpikirkan olehku untuk mengikuti program karantina semacam itu. Lokasinya di kaki gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan. Mengenai pengalaman ini nanti akan aku ceritakan di post khusus, insya Allah.

Kira-kira itulah yang terjadi selama setahun ini yang bisa ditulis. Dan saat ini, aku sedang menyemangati diri sendiri untuk berjuang dengan sesuatu bernama, Tesis.

Iklan

Satu pemikiran pada “Setahun Terakhir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s