November (5) : Yakin Saja

Aku masih bingung apa yang Bumi rahasiakan (baca episode 4 di sini). Bumi sepertinya bukan tipe orang yang bisa percaya pada sembarang orang, apalagi yang baru dikenalnya. Ya contohnya aku ini. Baru juga beberapa minggu lalu kami berkenalan. Ah sudahlah, tidak penting juga. Aku bergegas menuju kelas berikutnya.

“La!”

Aku menoleh ke sumber suara. Ternyata Aksa. Dia temanku juga.

“La, ajarin DDP (Dasar – Dasar Pemrograman), dong. Gue ngga bisa compile nih di laptop. Sedih banget.”

“Eh kok aku?” sejujurnya aku tidak mengerti mengapa Aksa meminta bantuanku. Aku bukan dewa (istilah kami untuk menyebut anak yang jago di kuliah).

“Abis lo serius banget kalo lagi DDP. Kayaknya ngerti. Haha. Udah sini ajarin gue gimana compile.”

“Apaan. Aku juga kemarin gak bisa compile. Si Bumi yang ngajarin.”

Kelas masih 15 menit lagi. Sepertinya cukup untuk membantu Aksa. Ya, walaupun aku juga tidak terlalu jago. Kemarin saja, aku tidak bisa compile, sama seperti Aksa. Akhirnya Bumi bersedia mengajari pelan-pelan. DDP ini mata kuliah perkenalan kami dengan dunia coding di Fakultas Ilmu Komputer. Jumlah kreditnya 6 SKS. Paling besar di antara mata kuliah lain. Beberapa temanku kaget mendapat mata kuliah ini, termasuk aku.

“Eh, La. Di kelas Matdas (Matematika Dasar, red) tadi yang di sebelah lo siapa namanya? Kayaknya gue belum pernah kenalan deh.”

“Ya itu yang namanya Bumi, Sa. Mending kamu belajar sama dia deh. Jago kok dia. Sekalian isi binder kan.”

Selain beradaptasi dengan kuliah yang lumayan ini, kami juga harus melewati masa Pembinaan Mahasiswa Baru (PMB). PMB ini rangkaian kegiatan untuk mahasiswa baru seperti kami, gunanya untuk membantu kami mengenal lingkungan kampus yang sangat baru ini. Nah, salah satu tugasnya adalah berkenalan dengan teman seangkatan yang jumlahnya hampir 300. Kenalan ini dibuktikan dengan sebuah buku yang berisi data diri teman-teman kita. Ohya, sebenarnya kami tidak tahu kapan berakhirnya masa PMB ini. Masa PMB dimulai dari ketika daftar ulang, sampai entah kapan.

“Hah, Bumi namanya?” tanya Aksa heran. “Cocok lah kalian. Bumi dan Langit. Cie cieee.”

“Apaan sih. Kebetulan doang itu.”

“Gue kasih tau, La. Di dunia ini gak ada yang namanya kebetulan. Semua by design. Lo masuk sini juga udah diatur. Lo ketemu siapa hari ini, detik ini, itu juga udah tertulis. Yang harus lo yakini adalah, semuanya pasti ada hikmahnya. Ya meskipun lo belum tau apa, tapi yakin aja.”

Eh tumben ini anak agak bener. Somehow aku setuju dengan yang Aksa bilang tadi. Pada hal-hal tertentu dalam hidup ini, kita hanya perlu yakin. Entah yakin akan kebenarannya seperti halnya iman. Entah yakin akan kedatangannya seperti hikmah di balik suatu peristiwa. Atau yakin bisa melewati suatu fase, seperti yakin bisa lulus Ujian Nasional.

Sekarang ini, mungkin bagiku aku harus yakin bahwa ada rencana yang sudah disiapkanNya ketika aku masuk Fasilkom, meski awalnya aku tidak suka. Bagi angkatan kami, misalnya, harus yakin bahwa masa PMB ini akan berakhir indah nantinya, meski kami tidak mengetahui kapan berakhirnya. Kami hanya mendengar desas-desus bahwa PMB itu satu semester, atau ada yang bilang juga satu tahun (eh kok lama juga ya -_-). Maka yang dapat kita lakukan selain yakin adalah, mengusahakan sebaik-baiknya. Berusaha mengisinya dengan hal-hal positif. Berusaha tidak mengutuk keadaan. Berusaha untuk terus bersyukur.

Mungkin kita harus belajar pada anak-anak. Ketika mereka dengan amat yakin mengatakan, “Nanti kalau sudah besar ingin jadi dokter!”. Meskipun sebenarnya mereka tidak tahu pasti kapan dikatakan layak untuk jadi dokter, tetapi mereka begitu yakin.*

“Langit Novemberia, lo kok ngelamun? Ngelamunin Bumi ya? Ihiiiw. Sampe gue bisa compile sendiri nih akhirnya.”

“Aksaraaaaa! Dah ah ayo kelas.”


Serial November

November (1) : Pertama Kali

November (2) : Namaku Langit

November (3) : Kesempatan

November (4) : Rahasia Bumi


 

*inspirasi dari instagram.com/retnohening

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s